Dalam rangka kunjungan daerah pemilihan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., Anggota Komisi IV DPR RI, mengunjungi unit usaha peternakan puyuh serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri yang beranggotakan 14 orang dan telah diresmikan pada tahun 2024. Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan kegiatan lapangan terhubung langsung dengan penguatan ekonomi keluarga dan pemberdayaan masyarakat berbasis usaha produktif desa.

Salah satu pelaku usaha, Pak Gandhi, memulai budidaya puyuh sejak November 2025 dengan bibit dari Sindang Mekar. Saat ini terdapat sekitar 1.000 ekor puyuh dengan produksi telur kurang lebih 11 kilogram per hari, dipanen setiap pagi. Harga jual telur berada di kisaran Rp34.000 per kilogram, dengan pendapatan harian sekitar Rp350.000 dan biaya produksi sekitar Rp180.000, sehingga margin usaha sangat dipengaruhi fluktuasi harga pasar. Permodalan awal usaha didukung oleh Badan Usaha Milik Desa. Di sisi lain, KWT Dewi Sri mengembangkan komoditas hortikultura seperti cabai setan, tomat, kacang panjang, dan timun dengan dukungan permodalan desa sebesar Rp60 juta pada 2024, namun belum menghasilkan keuntungan karena produk sempat dibagikan gratis.

Dalam dialog, Prof. Rokhmin menekankan pentingnya tata kelola usaha yang berorientasi keberlanjutan: hasil produksi harus memiliki skema penjualan yang jelas, pencatatan keuangan yang rapi, serta penghargaan terhadap bantuan pemerintah seperti bibit dan sarana produksi agar benar-benar memberi dampak ekonomi. Beliau mendorong agar bantuan tidak diperlakukan “habis pakai”, melainkan dihitung nilainya, dicatat, dan dikelola sehingga KWT memiliki pendapatan dan dapat berkembang. Ke depan, kelompok juga diarahkan untuk merancang penguatan program, termasuk rencana wisata edukasi dan taman baca melalui kolaborasi dengan pihak terkait, dengan tindak lanjut koordinasi pada pengurus dan penanggung jawab setempat.